|
Gemuruh
Cak dari Lumbung Beras
29
September 2006, bertempat di Pelataran Pura
Tanah Lot Tabanan digelar aksi budaya spektakuler
menghadirkan penari dari berbagai latar
belakang pendidikan dan karakter berbeda-beda.
Mereka menyatu dalam gemuruh yang sama dalam
pementasan budaya bertema "Cakolosa"l.
Lebih dari 5000 orang memainkan tari kecak
yang disutradarai koreografer kondang asal
Tabanan, I Gusti Agung Ngurah Supartha,
SST.
Menurut Ketua Umum Cakolosal 5000 I Ketut
Nuryasa, S.E., cak yang dipentaskan pelataran
Pura Tanah Lot memperlihatkan arti pentingnya
tari cak, karena sungguh-sungguh serius,
matang dan berdimensi luas. "Cak telah
menjadi milik masyarakat Bali," ujar
Nuryasa usai pertemuan dengan Asita di Sector
Bar Sanur. "Yang perlu kita lakukan
sekarang adalah cak diapresiasi terus-menerus
dalam rangka memberi warna dan makna bagi
seni budaya Bali. Cak harus dijaga karena
orang asing saja menaruh hormat padanya,"
tambah Nuryasa.
Apresiasi ini menuntut penggalian kreativitas
dan inovatif. Dalam dirinya cak telah mengandung
beberapa aspek, yakni tari, narasi dan teater.
Dengan demikian, kesenian ini paling mungkin
berkolaborasi dengan kesenian lain.
Cakolosal 5000 ini didukung berbagai lapisan
warga di Tabanan, mulai dari anak-anak pelajar,
guru, PNS, masyarakat parwisata, warga banjar,
TNI dan Polri. Persiapan dan latihan secara
rutin dilakukan tiap hari Minggu dan Jumat
di Stadion Debes Tabanan. Jangan lewatkan
momentum ini berlalu tanpa ada cerita di
balik 5000 Cak, karena momentum spektakuler
ini hanya terjadi satu kali seumur hidup.
(BTN-013)
|