|
Perangi Sampah Plastik
Walikota dan Bupati Se-Bali Tandatangani
Nota Kesanggupan Kurangi Sampah Plastik
Tanggal 4 September 2006, momentum penting
bagi masyarakat Bali khususnya pencinta
lingkungan. Sebab, pada hari itu bertempat
di Supermarket Tiara Dewata- Denpasar, Menteri
Negara Lingkungan Hidup Ir. Rahmat Witoelar
mengawali kampanye gerakan pengurangan sampah
plastik secara nasional. "Dari Bali
untuk Indonesia," ujar Rahmat Witoelar.
Acara yang bertema "Selamatkan Pulau
Bali dari Ancaman Sampah Plastik" itu
di hadiri Walikota dan Bupati se-Bali, Duta
Lingkungan PBB untuk Asia Pasifik Erna Witoelar,
Duta Lingkungan Indonesia Nurul Arifin dan
aktivis maupun LSM yang bergerak di bidang
lingkungan. Hadir pula pengelola supermarket
dan departement store se-Bali untuk menandatangani
nota kesanggupan dengan masing-masing Kepala
Daerah disaksikan Gubernur Bali dan Menteri
Negara KLH.
Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup
Regional Bali dan Nusa Tenggara Ir. R. Sudirman,
MM mengatakan, dipilihnya Bali sebagai daerah
yang mengawali kampanye nasional gerakan
pengurangan sampah plastik karena Bali sebagai
destinasi wisata yang mengedepankan kenyamanan
lingkungan, juga problem sampah di Bali
belum begitu parah seperti di kota-kota
besar di Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
Pihaknya kecewa dengan beberapa supermarket
dan departement store yang sudah diundang
beberapa kali untuk sosialisasi program
pengurangan sampah plastik, namun sampai
dengan puncak acara pihak pengelola supermarket
tidak hadir. Padahal menurut Sudirman, supermarket
dan departement store adalah lembaga bisnis
yang paling banyak memanfaaatkan plastik
entah sebagai pembungkus makanan atau menyimpan
barang belanjaan. (BTN-013)
|