|
Nyoman Adiawan Giri
"Spend Money" Kuat, "Lenght
of Stay" Pendek
Menyambut
Hari Raya Idul Fitri, hotel-hotel di Bali
kebanjiran wisatawan domestik. Pesanan kamar
sudah dilakukan tiga minggu sebelumnya.
Bahkan ada tamu memesan kamar dua bulan
sebelum hari H. "Pada 22 – 28
Oktober mendatang, hotel kami sudah 70%
huniannya, dan sebagian tamunya domestic
market", ujar Nyoman Adiawan Giri,
General Manager Hotel Nirmala di bilangan
Jimbaran, Nusa Dua.
Mantan Room Division Manager White Rose
mengatakan, animo wisatawan domestik berlibur
ke Bali hingga kini masih sangat tinggi.
Hal ini bisa dipantau dari hunian hotel
di seluruh kawasan wisata di Bali pascabom
Kuta Square dan Jimbaran dipenuhi turis
dari negeri sendiri alias domestic market.
"Market ini punya ciri khas sendiri,
misalnya selisih harga sedikit ia beralih
ke hotel lain, sekalipun hanya lima ribu
perak," kata Nyoman seraya menambahkan,
kemampuan belanja domestic market lebih
tinggi dibanding market Australia. Spend
Money mereka lebih kuat, hanya length of
stay-nya lebih pendek, maksimum tiga hari.
Sering, domestik dianggap sepele karena
kontribusinya nyaris tak kelihatan. Namun
kenyataan di lapangan, pasar ini justru
bertahan bahkan penyelamat pariwisata Bali.
Untuk mengantisipasi perkembangan ke depan,
pihaknya memberi pelayanan maksimal dengan
menyediakan shuttle service free dan written
airport transfer bagi domestik. Bahkan,
sistem penjualan paket yang di dalamnya
termasuk tiket, akomodasi plus one day tour
dengan special price sedang kami kemas untuk
memberi kepuasan bagi konsumen domestik.
Paket ini akan dipasarkan melalui travel
agent di Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota
besar lainnya.
Hotel yang berlokasi di Jimbaran ini memiliki
30 kamar dengan dua tipe kamar yakni businiss
room dan bungalow. Tak jauh dari Ngurah
Rai Airport, Nusa Dua, taman budaya GWK
dan kampung sea food Kedonganan dan Jimbaran.
Pangsa pasar pontesial justru domestic market
yakni 60 % menyusul expatriate 30 %, sisanya
Australia dan Jepang. Expatriate cenderung
ke orang asing yang bekerja di Bali dan
mengontrak kamar hotel dengan harga spesial.
"Orang asing yang bekerja di Bali,
pasar potensial yang kami garap terus menerus
untuk mengimbangi kondisi parwisata yang
hingga kini masih lesuh. (BTN-013)
|