|
Perangi
Sampah Plastik
Tiara Dewata Siapkan Kardus & Kertas
sebagai Pembungkus Alternatif
JAUH
sebelum kampanye nasional gerakan pengurangan
plastik yang dicanangkan di Pulau Bali September
2006, Supermarket & Dept. Store Tiara
Dewata telah berupaya mengurangi pemanfaatan
plastik dengan menyediakan kardus sebagai
pembungkus alternatif. Kepedulian supermarket
yang dibangun tahun 1986 ini terhadap sampah
khususnya sampah plastik dimulai sejak lima
tahun lalu atas dorongan Dr. (Hons) Made
Mangku yang juga pemerhati lingkungan dan
daerah pesisir pantai.
"Saat itu, bertepatan dengan ulang
tahun Tiara Dewata, Made Mangku mengajak
kami melakukan aksi bersih-bersih Pantai
Sanur, karena sampah yang berserakan di
sepanjang bibir pantai," kata Novie
Setyo Utomo, Operasional Manager Tiara Dewata
Terkait launching gerakan pengurangan sampah
plastik di Pulau Dewata, awal September
lalu, pihaknya kembali mempertajam komitmen
dengan beberapa upaya yakni pertama memberikan
reward bagi konsumen yang membawa tas belanjaan
dari rumah. Tiara Dewata juga memberi poin
stiker bagi konsumen yang berbelanja minimal
25 ribu rupiah. Dan yang paling menarik,
menurut Novie, bila belanjaan konsumen banyak,
pihaknya menawarkan kardus dan kertas sebagai
pembungkus alternatif.
Sayangnya, dari sekian ribu konsumen yang
berbelanja di Tiara Dewata, kurang dari
5% yang merespons program tersebut, justru
wisatawan lebih respons terhadap program
ini. "Khusus Tiara Dewata Departement
Store mulai diberlakukan paper bag untuk
tiap pembelanjaan produk fashion,"
ujar Novie.
Sebagai institusi yang lebih banyak memanfaatkan
plastik menyambut baik program yang dicanangkan
Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI.
Pihaknya berharap agar Pusreg sebagai perpanjangan
KLH hendaknya mensosialisasikan kepada masyarakat
tentang dampak sampah plastik. "Sasarannya,
harus semua kelompok masyarakat dan pesan
moralnya tak perlu bahasa yang tinggi. Cukup
dengan bahasa sederhana yang menjelaskan
dampak dari bahaya sampah plastik,"
jelasnya.
Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup
Regional Bali Nusra Ir. Raden Sudirman,
M.M. saat diminta komentar mengenai hal
tersebut, mengatakan bangga karena sudah
ada Supermarket dan Departement Store di
Bali yang mulai merespons pengurangan pemanfaatan
plastik. Ke depannya, Pusreg akan terus
mendorong dengan berbagai program sehingga
muncul kesadaran dari pengelola supermarket
maupun konsumen. "Menghilangkan plastik
sangat sulit karena terkait indsutri. Paling
tidak, bisa diminimalkan pemanfaatannya,"
tandas Sudirman seraya mengungkapkan, dari
48 supermarket yang diundang, hanya 12 supermarket
yang datang pada sosialisasi sampai pembukaan
kampanye nasional di Tiara Dewata, 4 September
lalu. (BTN-013)
|