|
Komang Astawa
Villa Punya Pangsa Pasar Sendiri
LIMA
tahun belakangan ini, villa menjadi sebuah
produk yang sangat digemari wisatawan sebagai
sarana akomodasi bila berlibur di Pulau
Bali. Selain lebih privacy, menginap di
villa lebih leluasa karena semuanya sudah
tersedia. Ibarat tinggal di rumah sendiri.
Misalnya, kolam renang sendiri, punya kitchen
sendiri dan kamar tidur lebih luas dibandingkan
dengan akomodasi lain. "Semua akomodasi
punya kelebihan dan kekurangan," papar
Komang Astawa, Property Manager The Seminyak
Suite Private Villa dan Villa Seminyak Estate
& Spa.
Lebih lanjut pria kelahiran Negara 1964
ini mengatakan, villa punya nilai jual sendiri,
dan punya pangsa pasar berbeda sehingga
pelayanan kepada wisatawan pun lebih spesial.
Hal ini yang membuat villa menjadi produk
akomodasi unik dan harga lebih mahal. Dikatakan,
tidak semua market di hotel diterapkan untuk
villa, tergantung pintar-pintarnya pengelola
memilih pangsa pasar yang memiliki buying
power.
Sekalipun harganya lebih mahal, villa juga
mengemas harga paket bagi konsumen yang
punya length of stay lebih lama. Harga paket,
menurut Astawa, biasanya tergantung season.
Misalnya bulan September, Oktober, November,
April, Mei dan Juni, villa lebih diminati
pasar Korea yang honeymoon. Sedangkan Agustus,
Jepang, Australian dan Eropa. "Saat
itu harga paket kita tawarkan karena lengt
of stay mereka lebih lama," ujar mantan
Asisten Director of Sales Nikko Bali. (BTN-013)
 |
|