HomeCalendar EventsAdvertiseClassifiedsE-CardNewsletter Japan Edition
General information | Previous edition |
News
Cover Story
Beyond Bali
Volklore
Guide Board
Art & Crafts
Peaple / Live
Nature's Window
Sport & Leisure
FoodHoroscope

 

 

 

Comment to : batrav@indo.net.id
 

Pengomposan Skala Rumah Tangga

PENGOMPOSAN adalah proses penguraian materi organik oleh mikroorganisme secara aerobic dalam kondisi yang terkendali menjadi produk stabil seperti humus. Rata-rata produksi sampah rumah tangga di Indonesia 2,6 liter per orang/ hari atau rata-rata 15 liter/keluarga per hari. Sekitar 50 – 80 % ( 7,5 – 12,5 liter ) merupakan sampah organik, yang dapat diolah menjadi kompos.
Manfaat yang diperoleh dari segi teknologi yaitu: Penerapan teknik penanggulangan sampah yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan teknik yang lain seperti landfill & pembakaran; mudah dipelajari dan diterapkan; dan membutuhkan modal yang relatif sedikit. Dari segi ekonomi: menghemat biaya pengelolaan sampah dan dapat memenuhi kebutuhan pupuk organik sendiri. Dari segi ekologi: mngurangi pencemaran akibat sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat; mendukung upaya pelestarian sumber daya alam; dan mengurangi pemakaian pestisida & herbisida. Sedangkan dari segi sosial: menciptakan kesempatan kerja dengan pendapatan yang layak dan menciptakan image positif/meningkatkan citra "kepedulian terhadap lingkungan. Berikut ini beberapa contoh model komposter skala rumah tangga: dapat memenuhi kebutuhan pupuk organik sendiri. Dari segi ekologi: mngurangi pencemaran akibat sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat; mendukung upaya pelestarian sumber daya alam; dan mengurangi pemakaian pestisida & herbisida. Sedangkan dari segi sosial: menciptakan kesempatan kerja dengan pendapatan yang layak dan menciptakan image positif/meningkatkan citra "kepedulian terhadap lingkungan. Berikut ini beberapa contoh model komposter skala rumah tangga:

Kapasitas
Kapasitas komposter = 80 ltr. Untuk pengisian penuh komposter dibutuhkan waktu pengumpulan sampah organik selama 7 – 8 hari. Waktu yang dibutuhkan untuk proses pembuatan kompos adalah 7 hari. Dengan demikian, agar kegiatan pengomposan di rumah tangga dapat dilakukan secara berkesinambungan, maka diperlukan tong penampungan sampah organik sementara dengan kapasitas 80 ltr atau dibutuhkan 2 unit komposter/keluarga. Kapasitas produksi setiap periode proses pengomposan adalah sekitar 60 kg kompos.

Membuat Kompos Skala Rumah Tangga
Siapkan sampah organik rumah tangga (sisa makanan, potongan sayuran, kulit buah, sisa ikan, dan sampah kebun) dan usahakan bahan tersebut sudah berukuran kecil-kecil (10 - 50 mm).
Buka penutup composter dengan cara memutarnya. Masukkan sampahorganik ukuran kecil kedalam bio composter, hingga 3/4 bagian lalu tutup kembali. Putar bio composter 1/2 putaran.

  • Larutkan 10 cc EM4 kedalam 1 liter air, aduk merata, kemudian masukkan ke dalam bio reactor melalui lubang activator.
  • Putar bio reactor beberapa kali sampai larutan EM4 tercampur merata dengan sampah.
  • Untuk menjaga kelembaban sampah dalam reactor, masukkan air sebanyak 1 ltr melalui lubang activator lalu putar 3 kali secara perlahan. Lakukan hal ini setiap pagi, siang dan sore.
  • Dalam waktu 4 - 7 hari kemudian, sampah didalam reactor akan terfermentasi yang ditunjukkan dengan aroma asam manis.
  • Keluarkan sampah yang telah menjadi kompos dan kompos siap digunakan. 

See Also :

 

 

 

 


   

top
DIRECTORY  
Hotel & Resort
Land & Property
Furniture
Silver
Cargo
M.I.C.E
Organizer
Restaurants
Travel Agent
Money Changers
REGENCY  
Badung
Gianyar
Bangli
Klungkung
Karangasem
Buleleng
Jembrana
Tabanan
Denpasar

CURRENCY  
 
WEATHER  
 
Bali Travel News is published by the oldest Newspaper in Bali
© Copyright Bali Travel News 2001