|
Pungky Kusuma
Yakin Pariwisata Kembali Normal
AGAR
Bali menemukan kembali kejayaan pariwisatanya
perlu terobosan untuk menggarap pasar alternatif
dan meng-create produk development di luar
wisata konvensional. Kalau mengandalkan
satu market saja, kita akan kehilangan wisatawan
seperti saat ini. Market yang selama ini
menjadi primadona seperti Australia, Amerika,
Jepang sampai detik ini belum mencabut larangan
berwisata bagi warganya ke Indonesia termasuk
Bali, karena kondisi keamanan kita belum
aman. "Ini pelajaran berharga bagi
industri dan juga pemerintah agar ke depan
tak hanya bergantung pada produk tertentu
saja. Yang lain juga perlu digarap untuk
pariwisata Bali," ujar Pungky Kusuma.
Selain ekspansi, General Manager Aston Inn
Tuban ini juga mengemukakan, destinasi ini
perlu mengembangkan produk development yang
beragam, tak semata-mata mengarah pada obyek
wisata konvensional. Misalnya, wisata spiritual,
meditasi, wisata kesehatan dan wisata agro.
"Produk wisata semacam ini pasarnya
sangat banyak dan buying power mereka cukup
tinggi dengan lengt of stay lebih lama di
Bali," lanjutnya. Sekarang tinggal
kemampuan sumber daya manusia industri pariwisata
dan strategi marketing yang konprehensif
untuk menangkap peluang tersebut.
Untuk segera keluar dari krisis parwisata
yang sudah setahun lebih, pihaknya berharap
agar industri dan pemerintah bersinergi
melakukan promosi. Tidak hanya road show
dan in bound, juga gencar melakukan marketing
campaign ke media asing yang berpotensi
dan efektif mempromosikan Bali.
Selain itu, lanjut Pungky, situasi dan kondisi
di Bali harus dijaga bersama agar wisatawan
tidak takut berlibur ke Pulau Dewata ini.
"Kalau saja November, Desember dan
pergantian tahun (peak season) situasi di
Bali kondusif, tidak ada gejolak, hunian
hotel penuh, saya yakin Maret 2007 pariwisata
kembali normal dan roda perekonomian kembali
bergairah. Bagaimanapun, faktor keamanan,
kata kunci bagi pemulihan parwisata,"
tandas Pungky. (BTN-013)
|