HomeCalendar EventsAdvertiseClassifiedsE-CardNewsletter Japan Edition
General information | Previous edition |
News
Cover Story
Beyond Bali
Volklore
Guide Board
Art & Crafts
Peaple / Live
Nature's Window
Sport & Leisure
FoodHoroscope

 

 

 

Comment to : batrav@indo.net.id
 

Kilas Balik
Tri Hita Karana Tourism Awards & Accreditations

TRI Hita Karana (THK) Tourism Awards & Accreditations — kompetisi tahunan pariwisata ramah lingkungan dalam perspektif Tri Hita Karana di Bali. Kompetisi yang melibatkan hotel dan daya tarik objek wisata ini diprakarsai media pariwisata dwi mingguan Bali Travel News (BTN), kelompok media Bali Post sejak tahun 2000. Itu berarti tahun ini THK Tourism Awards & Accreditations memasuki usia ke 6.
Gagasan THK Tourism Awards berawal dari bincang-bincang Pemimpin Umum Bali Travel News Beratha Ashrama, S.E., M.M. dan Pemimpin Redaksi Ir. I Gusti Ngurah Wisnu Wardana di dapur redaksi BTN di penghujung tahun 1999. Intinya, THK yang merupakan filosofi hidup masyarakat Hindu di Bali diangkat ke tataran wacana yang lebih intensif dan merata guna mendapat kesamaan persepsi dan formulasi sebagai pijakan dalam pembangunan pariwisata Bali yang berkelanjutan.
Gayung pun bersambut, Pusat Kajian Bali (Pusaka Bali) dan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Propinsi Bali meresponsnya. Ketiga institusi akhirnya sepakat melakukan Memorandum of Understanding untuk mengawal pembangunan pariwisata Bali dalam bingkai Tri Hita Karana yakni hubungan yang harmoni dan seimbang antara manusia dengan Sang Pencipta (Parhyangan), manusia dengan sesama manusia (Pawongan), dan manusia dengan lingkungan sekitarnya (Palemahan).
Gagasan ini kemudian menggema dan menyatu dalam sanubari industri pariwisata khususnya hotel, objek dan atraksi wisata se-Bali sehingga tanggal 22 Desember tahun 2000 bertempat di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Renon, THK Tourism
Awards & Accreditations pertama kali digelar dengan melibatkan 62 peserta dari berbagai kategori hotel di Bali. Tahun 2001, kompetisi ini menunjukkan grafik peningkatan yakni 77 peserta. Peningkatan jumlah peserta menunjukkan betapa pentingnya kompetisi tersebut bagi hotel-hotel di Bali. Sosialisasi dari tim THK yang beranggotakan dari berbagai golongan dan profesi seperti institusi pers, lembaga pendidikan, tokoh agama dan membaga swadaya masyarakat turut mewarnai kompetisi THK Awards. "Tim penilai benar-benar profesional dan independent," ungkap B. Ashrama Ketua Penyelenggara THK Tourism Awards & Accreditations saat itu.
BTN dan Kelompok Media Bali Post sungguh-sungguh mendorong gagasan ini agar tak sebatas wacana, tetapi harus menemukan realitas di lapangan dengan keikutsertaan hotel objek dan atraksi wisata se-Bali. Hal itu terbukti dengan peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun. Kendati ada tahun tertentu terjadi penurunan karena situasi dan kondisi parwisata Bali yang lesu akibat hantaman bom Bali tahun 2002 dan 2005.
Selain dukungan dari berbagai pihak seperti BTB dan stakeholder, Pemerintah Daerah Propinsi Bali, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, kompetisi tahunan ini juga mendapat dukungan dari organisasi kepariwisataan dunia (World Tourism Organization- WTO) yang berkantor pusat di Madrid.
Dukungan WTO diperkuat dengan diundangnya kordinator bidang palemahan tim THK Dr. Ir. Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc. mempresentasikan filosofi dan pelaksanaan THK Awards dalam pertemuan WTO komisi Asia Timur dan Pasifik yang ke-41 di Siem-Reap, Kamboja pada pertengahan Juni 2004. Menariknya, pertemuan tersebut merekomendasikan kepada Sekjen WTO agar presentasi serupa dimasukkan dalam agenda pertemuan WTO Komisi Dunia untuk Etika Parwisata (The World Committee on Tourism Ethics) pada awal Oktober 2004 di Kota Madrid. Hasilnya, para anggota komisi termasuk Prof. Dr. Emil Salim dari Indonesia secara aklamasi memberikan pengakuan secara unternasional terhadap pelaksanaan THK Awards dan juga mengadopsinya.
Pengakuan dan dukungan dunia internasional makin jelas dengan hadirnya Mr. Xu Jing, Direktur Regional WTO Kawasan Asia Pasifik yang hadir pada malam penganugerahan THK Tourism Awards & Accreditations di Jaya Sabha pada tahun 2004. Dan tahun 2005 di Pura Taman Ayun, Mengwi, Kabupaten Badung, salah satu anggota komisi dunia untuk Etika Pariwisata, Prof. Dr. Emil Salim hadir memberi sambutan sekaligus pengakuan dunia internasional terhadap program THK Tourism Awards & Accreditations. "Selamatkan dunia dengan THK. Bali telah memulainya", itulah slogan THK Tourism Awards. (BTN-poll)

Bali's Regencies news:

Badung Gianyar Bangli Klungkung Karangasem
Buleleng Jembrana Tabanan Denpasar  

See Also :

In Bahasa Indonesia

Kilas Balik, Tri Hita Karana Tourism Awards & Accreditations

Penilaian Sementara Program Adipura. Bangli Raih Nilai TErtinggi, Denpasar Terendahi
I Wayan Meja, Wanita Sumber Inspirasi
Realisasi 62,48% Program Recovery Bali. BErgerak dari Bawah Desain "Buttom Upi
Sampah Ancaman Keberlanjutan Pariwisata Bali
I Made Wistra Kembali ke Hotel
Haryo Sutamaji Australia dan Thailand


   

top
DIRECTORY  
Hotel & Resort
Land & Property
Furniture
Silver
Cargo
M.I.C.E
Organizer
Restaurants
Travel Agent
Money Changers
REGENCY  
Badung
Gianyar
Bangli
Klungkung
Karangasem
Buleleng
Jembrana
Tabanan
Denpasar

CURRENCY  
 
WEATHER  
 
Bali Travel News is published by the oldest Newspaper in Bali
© Copyright Bali Travel News 2001