|
Haryo
Sutamaji
Australia dan Thailand
AUSTRALIA
pasar yang paling potensial bagi Bali. Selain
kedekatan secara emosional, Australia dan
Bali punya cerita indah bila kedua ras berbeda
suku ini bersua di Pantai Kuta, Bali. Belum
lagi jarak warga tuan Howard dengan Bali
memerlukan waktu terbang yang tak terlalu
melelahkan. Namun setelah bom meledak di
Pantai Mamuaya Jimbaran dan Raja’s
Café di Kuta Square, Oktober 2005
silam, "kemesraan" mulai pudar.
Pasar utama yang puluhan tahun menopang
pariwisata Indonesia perlahan meninggalkan
Pulau Dewata. Kondisi ini melahirkan kecemasan,
karena sampai detik ini pemerintah negeri
Kanguru belum mencabut travel warning bagi
warganya yang berlibur ke Indonesia, termasuk
Bali.
Destinasi pengganti bagi mereka adalah Thailand.
Jarak hampir sama dengan Bali, harga pun
relatif sama dan produk kegemaran Australia
seperti pantai, surfing, night club dan
rafting, semuanya tersedia di Thailand.
Haryo Sutamaji, General Manager Alu Bali,
berpendapat bahwa menurunnya market ini
bukan semata-mata dampak dari bom, akan
tetapi lebih pada kreatif dan atraktif mengemas
produk serta didukung promosi yang gencar.
"Apa yang digemari market Australia,
semuanya ada di Thailand. Jarak hampir sama
dan harga pun relatif lebih murah. Semua
yang dicari market Australia ada disana.
Kalau dulu seratus dolar bisa ke Bali, sekarang
angka yang sama bisa berpelesiran ke Thailand,
kata pria yang akrab disapa Aryo. Apalagi
kini negeri yang dihantam badai tsunami
tahun lalu sedang gencar-gencarnya melakukan
promosi.
Di Thailand, menurut dia, kawasan hiburan
malam dan dunia gemerlap banyak bertebaran
di beberapa tempat dengan suguhan live music
yang menggoda. Suasana semacam itu menjadi
kesukaan warga Australia. Di Bali, hiburan
malam hanya ditemukan di Kuta, Legian, dan
Seminyak.
Setelah bom, kunjungan wisatawan Australia
ke Bali perlahan-lahan anjlok. Hal tersebut
bukan semata-mata karena bom, tapi ada pengaruh
lain misalnya banyak kasus kriminal yang
menimpa warga asing di Indonesia penyelesaiannya
tidak tuntas. "Warga Australia sangat
kritis terhadap situasi politik suatu Negara,"
ujar Aryo. Selain itu, lanjutnya, produk
kegemaran warga negeri Kanguru banyak ditemukan
di Kota Thailand yang dikemas kreatif, atraktif,
dan menggoda wisatawan Australia. (BTN-013)
|