|
Investor
Jepang Terpikat Kopi Arabika di Plaga
Investor Jepang bekerja sama dengan Yayasan
Bali Agung Tran Sukses mengunjungi kelompok
Tani Kopi Arabika Banjar Sekar Mukti Desa
Plaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.
Kedatangan investor negeri sakura ke Badung
Utara selain berdialog dengan petani, melakukan
penelitian hasil pertanian disana mereka
juga menikmati aroma khas kopi Arabika Plaga.
Kunjungan
kali ini merupakan yang ketiga kalinya.
Sebelumnya investor Jepang yang terdiri
dari Yasogawa Sang selaku konsultan kopi,
Namura Sang konsultan package, Tami Naga
Sang ketua konsultan Jepang, Mr. Tomo Aki
Sang dari Branching Tosa No Tomo serta seorang
petani dari Australia Mr. Keith Coc Burn
yang pernah meneliti kopi arabika petik
merah, markisa dan ketela hasil petani Plaga
di Jepang.
Hasil kopi arabika Plaga kualitasnya sangat
bagus dan investor Jepang berminat memasarkan
ke pasar Jepang. Sebelumnya, petani kopi
arabika Plaga juga pernah menyerahkan 1
ton kopi arabika kepada Investor Jepang
untuk dipasarkan di pasar Jepang.
Ketua Yayasan Bali Agung Tran Sukses I B
Wijaya Kusuma mengemukakan yayasan yang
ia bentuk bersama Wayan Puspa Negara bertujuan
membantu petani Badung Utara untuk mengekspor
hasil pertaniannya ke Jepang. Dengan terjalinnya
kerjasama ini pihak pemerintah diharapkan
dapat membantu mempermudah dan mempercepat
perjalanan ekspor tentunya sesuai dengan
aturan yang berlaku.
Sementara itu, Kadis Kehutanan dan Perkebunan
Badung menyambut baik ide cemerlang dari
Investor Jepang untuk membantu petani Badung.
Karena sangat membantu petani dalam meningkatkan
kualitas dan memasarkan hasil pertanian
kedepan. Gagasan ini sesuai dengan misi
Pemkab Bdung menggairahkan sektor pertanian
di Badung Utara. Untuk itu pihaknya menganalisa
dan mengkaji lebih dalam apa yang dapat
dilakukan pra panen maupun pasca panen,
sehingga kualitas hasil pertanian dapat
dipertahankan.
Saat ini lahan kebun kopi arabika di Kab.
Badung memiliki luas 862 Ha. Dari luas tersebut
sudah berproduksi seluas 471 Ha. Hasilnya
per pohon dapat menghasilkan 20-25 kg gelondongan
merah dan kalau dirandemenkan akan menghasilkan
5 kg per pohon. Dari luas 471 tersebut mampu
menghasilkan kurang lebih 600 ton.
Hadir pada kunjungan tersebut anggota DPRD
Badung Rai Mudiarta, Giri Prasta, I Wayan
Puspa Negara, Made Madia, Kadis Hutbun Badung
Made Suardana Pande, Kadis Pertanian I Gusti
Made Agung, Kadis Penrindustrian Murniati,
Camat Petang serta petani setempat. (BTN/015)
 |
|