|
Harga
Mati, Pengamanan ODTW di Klungkung
Pengamanan objek dan daya wisata (ODTW)
di Klungkung, kelihatannya, sudah harga
mati sehingga tak boleh ditawar-tawar lagi
kendati daerah serombotan ini dalam kesehariannya
aman-aman saja. Demikian sikap tegas Kepala
Satuan Pengamanan Pariwisata Klungkung,
AKP I Gusti Putu Arnata, yang bersama 13
orang personilnya selalu siap siaga mengamankan
semua ODTW di Klungkung.
Personil
itu dibagi tiga dan disebat ke ODTW Kertha
Gosa, Museum Gunarsa, dan Lingkungan Goa
Lawah. Selain ber-Posko di tiga lokasi,
ada juga personil pemantau keliling di sekitar
ODTW guna memperoleh data dan informasi
dari masyarakat sekeliling objek.
Pengamanan di ODTW Kertha Gosa dibantu oleh
dua orang personil dengan peralatan metal
detektor, tongkat polisi, dan borgol. Begitu
pula dengan ODTW Goa Lawah. Pengamanan di
ODTW di Klungkung daratan – begitu
Klungkung minus Nusa Penida biasa disebut
— umumnya, disesuaikan dengan jam
buka kunjungan wisatawan mulai jam 09.00
- 17.00 Wita. Lantas bagaimana pengamana
ODTW di Nusa Penida dan Lembongan. Tambah
Arnata, polisi pariwisata melalui Kapospol
Lembongan mengatakan bahwa pihaknya tetap
mengawasi aktivitas wisatawan saat menikmati
wisata terutama yang berhubungan dengan
aktivitas dilaut. Pihaknya, memberikan himbauan
kepada para tamu jika kondisi cuaca/gelombang
tidak memungkinkan mereka untuk menikmati
wisata air.
Prosedur pengamanan ODTW, kata Arnata, meliputi
pengawasan terhadap kendaraan yang masuk
objek. Setiap kendaraan yang masuk selalu
diawasi dan dicatat tingkah lakunya. Bila
ada hal yang mencurigakan, tentu saja segera
identitas kendaraan dicatat dan diperiksa
orangnya, termasuk barang bawaannya. Pengamanan
lain meliputi, pengamanan arus lalu lintas
disekitar obyek wisata. Bila arus lalu lintas
krodit, polisi pariwisata turut turun tangan
menanganinya. Apa saja atribut khusus yang
dimiliki oleh polisi pariwisata. Menurut
Arnata, yang paling menonjol adalah memakai
dasi merah bata dan kerah tangan bawah berwarna
merah muda. Ciri khas lainnya, lengan sebelah
kanan berlabel yang berisi tulisan ’Pariwisata’
dan di atas saku kiri berisi tulisan ’Tourism
Police”.
Sementara itu, pengamanan di Bakas Levi
Rafting, Banjarangkan, dilaksanakan double
dengan Satpam dan pemandu wisata. Maklum
ini merupakan objek petualangan dengan alam.
Setelah tamu menikmati rafting, semua pengamanannya
di tangani oleh pemandu, begitu pula dengan
wisata naik gajah. Menurut Ida Bagus Sujana,
Securiti Bakas Levi Rafting, pengaman di
tempat kerjanya fokus ke penjagaan tiket
masuk. Bila ada pengunjung yang tidak bisa
menunjukkan tiket masuk, pihaknya berhak
menolak tamu itu. Bila telah usai pengaman
di tiket masuk, Sujana juga melakukan pemantauan
keliling terhadap keamanan objek. Pengamanan
di atraksi wisata rafting ini pukul 7.30
- 16.00 Wita. Setelah itu, pengamanan diserahkan
kepada dua orang petugas jaga malam hingga
pagi hari.(BTN-033)
 |
|