|
TABLE
MANNER
Sopan Santun di Meja Makan
Dalam keseharian kita sering dihadapkan
pada sesuatu yang belum pernah kita alami,
sehingga kita menjadi canggung dan kurang
kepercayaan diri. Misalnya dalam kesempatan
tertentu seseorang menjadi tak nyaman duduk
di meja makan begitu menghadapi berbagai
menu hidangan dan table setting yang terasa
begitu asing. Dalam kesempatan lain seringkali
pula kita melihat seseorang mengambil makanan
di meja buffet dengan mencampur semua jenis
hidangan dalam satu dinner plate, atau seseorang
menyantap hidangan utama menggunakan soup
spoon, atau seseorang meninggalkan meja
makan sebelum yang lainnya selesai menikmati
makanan, orang bersendawa selagi berada
di meja makan dan kejadian-kejadian “lucu”
lainnya.Untuk menghindari hal lucu tersebut,
kita perlu mengetahui sopan santun di meja
makan yang secara umum dikenal dengan table
manner. Pengetahuan tentang table manner
harus didahului dengan pemahaman tentang
menu, table setting dan table cover yang
ketiganya saling berkaitan.
Menu adalah daftar makanan atau hidangan
yang tersedia atau disajikan saat itu. Pada
dasarnya hidangan yang tersaji berdasarkan
menu skeleton (kerangka menu) yang susunan
sebagai berikut: (1) Appetizer/starter sebagai
hidangan pembuka, berfungsi sebagai pembangkit
selera makan. Sesuai fungsinya jenis makanan
ini jumlahnya sedikit dengan rasa asam,
asin atau pedas (2) Soup yang masih termasuk
dalam katagori makanan pembuka; (3) Main
course yaitu makanan atau hidangan utama
dan (4) Dessert sebagai hidangan penutup.
Menurut sifat dan karakternya menu dapat
dibedakan menjadi dua macam, Table D’hote
Menu dan A’la Carte Menu. Menu pertama
memiliki sifat dan ciri-ciri: (a) jumlah
dan macam hidangannya mulai dari appetizer
sampai dessert; (b) biasanya hanya ada satu
pilihan untuk masing-masing hidangan; (c)
mempunyai satu harga yaitu harga total untuk
seluruh hidangan dan (d) hidangan sudah
(selesai) dimasak sebelumnya. Misalnya:
rujak sebagai Appetizer, Soup nya Soto Madura,Main
Course terdiri dari SEMUR DAGING, NASI PUTIH,
URAP SAYUR, KERUPUK UDANG dan SAMBAL serta
KOLAK PISANG sebagai dessert.
Menu ke dua adalah A’la Carte Menu,
dengan sifat dan ciri-cirinya: (a) jumlah
dan macam hidangannya tidak terbatas, (b)
terdapat banyak pilihan untuk masing-masing
hidangan, (c) masing-masing hidangan mempunyai
harga tersendiri, (d) hidangan disiapkan
(dimasak) berdasarkan pesanan tamu.Table
setting adalah persiapan meja makan secara
keseluruhan, sedangkan table cover adalah
persiapan atau pemasangan peralatan makan
(cutlery) di atas meja makan untuk keperluan
seorang tamu berdasarkan atas jumlah dan
jenis makanan yang akan dihidangkan. Cutlery
tersebut terdiri dari: sendok, garpu dan
pisau makan; glasswere, seperti gelas minum;
serta lena lap makan. Selain peralatan tersebut,
umumnya di atas meja makan akan dijumpai
adanya persiapan: garam, merica, tempat
abu rokok, vas bunga dan nomor meja.Sesuai
dengan sifat dan karakter menu table cover
terbagi menjadi dua macam, yaitu: (a) table
d’hote cover (lengkap), dimana jumlah
dan jenis peralatan makan yang dipasang
disesuaikan dengan jumlah dan jenis makanan
yang akan dihidangkan; (b) a la carte cover
(terbatas), peralatan makan yang dipasang
hanya terdiri dari peralatan yang dibutuhkan
untuk appetizer serta gelas minum dan lap
makan (guest napkin). Peralatan tersebut
dapat diganti atau dilengkapi dengan peralatan
lainnya yang diperlukan bersamaan dengan
dihidangkannya makanan yang dipesan.
Peralatan makan yang diperlukan untuk table
cover sangat tergantung kepada macam dan
jenis hidangan yang akan disajikan, antara
lain :
- guest napkin, soup spoon, dessert spoon,
coffee/tea spoon
- fish fork, dessert fork, dinner knife,
dinner fork
butter knife, dessert knife, water goblet,
bread and butter plate
(bersambung)
 |
|