|
Pameran
Pendidikan Seni Rupa Undiksha di Museum
Neka Ubud
Sampai saat ini memang masih banyak orang
yang beranggapan bahwa museum adalah suatu
tempat untuk menyimpan benda-benda kuno
yang memiliki nilai sejarah. Sehingga kesan
yang hadir kemudian adalah gambaran museum
dengan suasana yang magis, kusam, dan jauh
dari kesan yang menggembirakan.
Sesungguhnya gambaran semacam itu tak nampak
di museum seni Neka, sebuah museum pribadi
milik Pande Wayan Suteja Neka yang berlokasi
di Sanggingan, Ubud. Disamping suasananya
yang tenang, disana juga dapat disaksikan
berbagai macam corak lukisan dari yang tradisional
sampai modern. Semua itu sesungguhnya merupakan
mata rantai perkembangan seni lukis di Bali.
Di tempat yang tenang inilah beberapa mahasiswa,
alumni dan dosen jurusan seni rupa
Fakultas bahasa dan seni, Universitas Pendidikan
Ganesha (UNDIKSHA) Singaraja mengadakan
pameran. Pameran yang digelar sesungguhnya
adalah pameran pendidikan, dimana materi
pameran lebih ditekankan pada pemberian
informasi tentang jurusan seni rupa Universitas
Undiksha, Singaraja. Dapat disaksikan disana
sejumlah mata kuliah yang ditawarkan pada
setiap semester, kemudian disertai dengan
beberapa ilustrasi bentuk tugas yang dibuat
oleh mahasiswa.
Karena jurusan pendidikan seni rupa Undiksha
merupakan jurusan pendidikan yang tamatannya
memang disiapkan untuk menjadi guru seni
rupa, maka materi tugas yang harus mereka
kerjakan menjadi begitu beragam. Tugas-tugas
tersebut diantaranya adalah berupa lukisan,
patung, kriya kayu dan keramik, serta beberapa
karya desain komunikasi visual (Deskomvis).
Semua materi tersebut dapat disaksikan pada
lantai dua gedung pameran di musum Neka.
Sementara itu beberapa karya lukisan dan
deskomvis dapat disaksikan di lantai satu
yang menampilkan beragam tema lukisan dari
beberapa dosen, alumni dan mahasiswa, diantaranya
adalah Ketut Supir, Nyoman Sila, Wayan Sudiarta,
Ketut Sudita, Sura Ardana, Hardiman, Gung
man, Jajang Suryana, Mursal, Agus Sudarmawan,
dll.
Dalam kata sambutannya pada pembukaan pameran
(15/2/2007) Pande Wayan Suteja Neka menegaskan
bahwa Museum Neka memiliki komitmen yang
jelas yaitu menjadi museum sebagai sumber
informasi, sumber inspirasi, sarana dokumentasi,
pusat rekreasi dan juga sebagai sarana pendidikan.
Semua itu bertujuan untuk menciptakan keseimbangan
dan keselarasan dalam kehidupan budaya manusia.
Pameran dari jurusan pendidikan seni rupa
Undiksha ini menjadi mata rantai pertama
peringatan ulang tahun ke 25 dari museum
Neka yang jatuh pada bulan Juli 2007 mendatang
dan akan berakhir tanggal 15 Maret 2007.
(Gung Man)
 |
|