|
Branding Bali Bukan
Hanya untuk Pariwisata (2)
Untuk kepentingan pariwisata, India kemudian
memperkenalkan “Incredible India”,
kepada masyarakatnya dan kalangan eksternal,
sementara untuk kepentingan investasi dengan
penuh percaya diri mereka tampil dengan
“Fastest Growing Free Market Democracy”
Kedua inisiatif yang saling mendukung tersebut
semuanya bermuara pada satu tujuan yaitu
diraihnya kepercayaan dan kredibilitas yang
memompa semangat seluruh kalangan internalnya
untuk saling bahu membahu meningkatkan pertumbuhan
ekonomi menjadi lebih tinggi dan terus tumbuh
secara berkesinambungan.
Untuk
menjaga kesinambungan pertumbuhan tersebut,
India berusaha menyeimbangkan antara supply
and demand dengan beberapa inisiatif.
JIka terlalu banyak supply dibandingkan
demand dapat memicu persaingan tidak sehat,
sementara jika terlalu banyak demand daripada
supply juga berbahaya karena dapat mengakibatkan
terlenanya pelaku bisnis. Pelajaran bagaimana
India menciptakan keseimbangan ini, penting
artinya agar bisnis tetap tumbuh sehat.
Tidak boleh oversupply dan juga overdemand.
Sebuah pelajaran yang perlu kita cermati
dalam proses Branding Bali nantinya.
Pemerintah India akhirnya dengan serius
mengelola merek India yang dikenal dengan
India Inc dengan membentuk sebuah wadah
bernama India Brand Equity Fund (IBEF) yang
tugas utamanya mempromosikan merek India
Inc sehingga menarik bagi investor, pedagang
dan juga wisatawan.
Tugas IBEF antara lain menentukan brand
positioning dari India Inc, mencari talenta-talenta
terbaik India, mengembangkan budaya pelayanan
di masyarakat India serta menciptakan objek
wisata yang menarik, aman dan bersahabat.
Yang paling menarik adalah bagaimana IBEF
juga bertanggung-jawab untuk melakukan koordinasi
antara pemerintah, asosiasi industri dan
pemerintahan daerah. Tidak heran jika usaha
branding India dapat dikatakan berjalan
dengan baik dan berhasil menjadi bagian
dari pertumbuhan ekonomi India.
Contoh dari India tersebut dapat kita jadikan
acuan bahwa mem-branding sebuah daerah haruslah
dilakukan secara komprehensif, holistic
dan sinergis. Meskipun pariwisata merupakan
gerbong perekonomian di Bali, tanpa dukungan
dari sektor
lain tentu tidak dapat optimal hasilnya.
Dukungan dari seluruh kabupaten di Bali
juga sangat strategis maknanya sehingga
tidak hanya terjadi Competition tapi juga
Collaboration alias Co-opetition. Berkompetisi
dan berkolaborasi, saling mendukung.
Inilah ide besar yang mendasari pelaksanaan
Branding Bali. Karena inilah momentum penting
bagi Bali sebagai sebuah provinsi untuk
mencermati dan menata kembali visi dan misinya,
bagi kejayaan Bali di masa depan.
 |
|