HomeCalendar EventsAdvertiseClassifiedsE-CardNewsletter Japan Edition
General information | Previous edition |
News
Cover Story
Beyond Bali
Volklore
Guide Board
Art & Crafts
Peaple / Live
Nature's Window
Sport & Leisure
FoodHoroscope

 

 

 

Comment to : batrav@indo.net.id
 

Cao Fuk Miao,
Rumah Ibadat Mendukung Ajeg Bal

Denpasar – Warga pulau dewata khususnya umat Buddha di kota Denpasar kini boleh berbangga hati dengan hadirnya rumah ibadah yang berlokasi di jalan Gatot Subroto, tepatnya di Jalan Kargo Permai II No 9. Rumah ibadah itu bernama Tempat Ibadat Tridharma (TITD) Cao Fuk Miao.

TITD Cao Fuk Miao — lazim disebut Kongco atau Klenteng — itu adalah tempat ibadat umat Buddha (Tridarma) yang berorientasi pada konsep pengembangan nilai-nilai ajaran yang mulia Sam Kauw Sin Jin atau Tri Nabi Agung (Locu – Buddha – Khonghucu). Ketiga ajaran ini melahirkan nilai-nilai budaya yang mengajarkan umatnya secara vertikal dan hprizontal menjalin hubungan harmonis antarmanusia dengan manusia, manusia dengan para leluhur, dan manusia dengan Sang Pencipta alam semesta (Tuhan). “Ajaran ini sungguh selaras dengan perpaduan konsep budaya lokal (Hindu) di Bali, yaitu Tri Hita Karana,” tutur Pance Pangestu Ketua DPD Tingkat I Bali Majelis Rohaniwan Tridharma Se-Indonesia.
Pance Pangestu yang juga Penanggung Jawab Pembangunan tempat ibadat ini menjelaskan TITD Cao Fuk Miao selesai dibangun Pebruari lalu dan diresmikan sekaligus penandatanganan prasasti pada awal Maret 2007 oleh Kepala Kantor Wilayah Agama Provinsi Bali.
Lebih lanjut ia menjelaskan TITD Cao Fuk Miao adalah satu-satunya tempat ibadat umat Buddha (Tridharma) yang berlokasi di pusat kota Denpasar dimana jumlah umat Tridharma cukup banyak, yang selama ini mendambakan adanya rumah ibadat sebagai sarana ibadah umum bagi umat Buddha yang bermukim di Kota Denpasar.
TITD adalah milik semua umat Buddha dan tidak eksklusif. “Umat Buddha yang masih sembahyang di Klenteng bisa memanfaatkan Cao Fuk Miao sebagai tempat ibadah”, ujar Pance seraya memastikan hadirnya tempat ibadat ini memudahkan umat Tridharma melaksanakan kebaktian hari-hari suci seperti upacara perkawinan dan juga sekolah minggu atau pendidikan agama yang terkait dengan budi pekerti yang akhir-akhir ini sering terabaikan oleh orang tua karena berbagai kesibukan.]
Ketua Panitia Peresmian TITD Cao Fuk Miao, Wanly Teguh Singgih mengemukakan sebelum peresmian kegiatan diawali dengan rangkaian upacara yakni Pemelaspas tanggal 19 Pebruari, Penyucian Diri 24 Pebruari, dan Pembersihan Altar 25 Pebruari dan 26 Pebruari – 3 Maret upacara ritual mengundang para Sing Bing. “TITD ini inklusif dan bisa dimanfaatkan umat Buddha untuk aktivitas keagamaan”, ungkap Singgih yang berencana pada acara peresmian mengundang para simpatisan dari berbagai ajaran dan keyakinan di kota Denpasar. Sebagai bentuk kebersamaan, panitia bekerja sama dengan usaha kecil yang tergabung dalam Koperasi Krama Bali (bakso krama Bali).
Baik Pance maupun Singgih mengatakan, pembangunan tempat ibadat ini dimaksudkan untuk memenuhi aspirasi umat dan juga sebagai langkah pro aktif untuk mendukung upaya pemerintah dalam aspek pembangunan mental-spiritual. Juga memberi kontribusi bagi pengembangan kehidupan umat beragama yang harmonis serta mampu menjunjung nilai kearifan lokal dalam konteks Ajeg Bali. (BTN/poll*)

 



See :

In Bahasa Indonesia

 


   

DIRECTORY  
Hotel & Resort
Land & Property
Furniture
Silver
Cargo
M.I.C.E
Organizer
Restaurants
Travel Agent
Money Changers
REGENCY  
Badung
Gianyar
Bangli
Klungkung
Karangasem
Buleleng
Jembrana
Tabanan
Denpasar

CURRENCY  
 
WEATHER  
 
Bali Travel News is published by the oldest Newspaper in Bali
© Copyright Bali Travel News 2001