HomeCalendar EventsAdvertiseClassifiedsE-CardNewsletter Japan Edition
General information | Previous edition |
News
Cover Story
Beyond Bali
Volklore
Guide Board
Art & Crafts
Peaple / Live
Nature's Window
Sport & Leisure
FoodHoroscope

 

 

 

Comment to : batrav@indo.net.id
 

Dukung Pengembangan Ekowisata
Desa Pakraman Buahan Kintamani Diusulkan Memperoleh Kalpataru

Keberhasilan warga masyarakat Desa Pakraman Buahan Kecamatan Kintamani Bangli melestarikan hutan, tahun 2007 diusulkan Pemerintah Kabupaten Bangli untuk memperoleh penghargaan Kalpataru. Menurut Kepala Desa Buahan Made Antara pengusulan untuk memperoleh penghargaan dalam bidang lingkungan hidup ini bukan menganggap penghargaan sebagai tujuan tetapi lebih menonjolkan aktualitas diri warga masyarakat desa Buahan yang telah berhasil mempertahankan kualitas hutan dari jaman nenek moyang mereka.

Diungkapkannya, tahun 1917 tatkala Bali diguncang “gejer” (gempa berkekuatan tinggi) 107 warga desa Buahan tewas tertimbun tanah longsor. Berdasarkan kejadian bencana yang memilukan itu berkembang ungkapan “ hutan itu nyawa”. Desa Buahan yang berlokasi di sebelah selatan Danau Batur merupakan salah satu “wingkang ranu” (5 desa yang berlokasi di pinggir Danau Batur ) selain Desa Kedisan, Songan, Trunyan dan Abangbutudingding yang memiliki luas wilayah 707 hektar, terdiri dari kawasan hutan lindung 450 ha, tegalan 225 hektar selebihnya merupakan areal pekarangan dan fasilitas umum.
Dengan filosofi hutan itu nyawa, di samping secara geografis lokasi Desa Buahan seolah-olah berpayung hutan. Kemudian muncul anggapan masyarakat setempat tidak bisa melangsungkan hidup dan kehidupan tanpa hutan. Maka setelah kejadian “gejer” masyarakat merelakan sebagian miliknya untuk dijadikan areal hutan.
Tradisi-tradisi para leluhur yang tertuang dalam purana, paswara, awig-awig/pararem, serta fakta –fakta di lapangan menunjukkan bahwa warga Desa Buahan secara turun-temurun sudah peduli dengan keberadaan hutan dan lingkungannya yang dibuktikan dengan adanya larangan menebang pohon sembarangan, tidak diperbolehkan membangun di sepanjang sempadan danau yang luas mencapai 80 meter x 1 km yang dimanfaatkan sebagai sabuk pengamanan mencegah rusaknya lingkungan danau. Areal sempadan ini hanya diperkenankan untuk lahan pertanian dikapling dan dikelola 132 krama desa.
Fakta di lapangan yang telah terpelihara secara turun-temurun sesuai konsep keseimbangan adalah dikenal dengan adanya istilah jutan “kekeran” (sejenis hutan sacral) yang bisa dimasuki oleh para dulu-dulu desa. Hutan kekeran ini umumnya berlokasi di dekat pura dan di tempat – tempat tertentu misalnya di areal hutan bamboo hitam yang luasnya mencapai 50 hektar. Jadi keberadaan pura di Desa Buahan yang jumlahnya mencapai 37 pleban (kompleks) sangat berkaitan dengan keberadaan hutan kekeran yang secara konsepsual mencerminkan prinsip keseimbangan alam. Bahkan Pura Danu Gadang dan Pura Danu Kuning diyakini sebagai pusat/hulu sungai yang bermuara di kabupaten Gianyar.
Local Genius yang memiliki kontribusi terhadap kelestarian hutan di Desa Buahan berdasarkan pengamatan Made Antara adalah jenis hutan yang dipilih untuk ditanam oleh para leluhur adalah jenis-jenis kayu yang tidak bisa digunakan sebagai bahan bangunan seperti beringin, bunut dan lain-lain.
Keberadaan Desa Buahan dengan kelestarian hutannya serta budaya masyarakat setempat memiliki kontribusi besar terhadap kelestarian hutan dan lingkungan. Hal ini sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya longsor, banjir bandang, kerusakan lingkungan, kesuburan tanah dan kelestarian tersedianya air. Dan yang tak kalah pentingnya kontribusi krama Desa Buahan adalah mendukung digalakkannya ekowisata , Desa Buahan merupakan bagian dari obyek wisata Danau Batur yang menonjolkan kelestarian alam dan lingkungan. (BTN/Suka)



See :

In Bahasa Indonesia

 


   

DIRECTORY  
Hotel & Resort
Land & Property
Furniture
Silver
Cargo
M.I.C.E
Organizer
Restaurants
Travel Agent
Money Changers
REGENCY  
Badung
Gianyar
Bangli
Klungkung
Karangasem
Buleleng
Jembrana
Tabanan
Denpasar

CURRENCY  
 
WEATHER  
 
Bali Travel News is published by the oldest Newspaper in Bali
© Copyright Bali Travel News 2001